Tagged: sistem neurofisiologi

Aplikasi Cold Therapy Pada Cedera Olahraga

Cold TherapyCold therapy merupakan terapi penyerta dari aktif remedial exercise. Cold therapy dapat digunakan dalam berbagai bentuk à menggunakan handuk (cold towels), bentuk tapal, bentuk gosokan, olesan serta air dingin à bahan-bahannya bersifat alamiah. Adapun cold therapy dari buatan pabrik seper-ti cooling spray & poultices cold. Sepanjang waktu, cold therapy telah diguna-kan untuk mengobati injury2 atlit, bahkan se-bagai anastesi.

EFEK FISIOLOGIS

Reaksi pertama yang terjadi akibat cold thera-py adalah vasokonstriksi sistem vaskular ke-mudian akan disertai dgn vasodilatasi secara refleks yg dikenal dgn reaksi hiperemia.Efek terhadap sistem neurofisiologi adalah sensitivitas nyeri berkurang akibat efek pada reseptor heat-sensitive yang mempengaruhi reseptor nyeri.Disamping itu, efek cold dapat menurunkan konduktivitas saraf nyeri (bermyelin tipis/tidak bermyelin) à nyeri berkurang.

Jika permukaan kulit mencapai suhu 12 – 13oC atau kebawah maka akan terjadi efek analgetik pada bagian yg diterapi.

Aplikasi cold therapy menghasilkan 4 tahap sensasi :

– Pertama, dirasakan sensasi tidak enak

– Kedua, dirasakan perih/pedas

– Ketiga, dirasakan sakit atau terbakar

– Keempat, dirasakan numbness (mati rasa).

Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan 4 tahap sensasi tersebut bervariasi à beberapa peneliti menjelaskan bahwa 4 tahap sensasi terjadi dalam waktu 5 – 15 menit. Cold therapy dapat menghasilkan efek general pada sistem saraf otonom à berkaitan dgn menurunnya tonus otot à bergantung dgn lamanya terapi & pemeliharaan temperatur.

FASE AKUT

Pada fase akut, cold therapy dapat mengurangi/ mencegah edema/hematoma à dihasilkan dari vasokonstriksi vaskular.Vasokonstriksi vaskular hanya berlangsung se-kitar 15 menit à 12 menit terbukti menjadi waktu aplikasi terbaik untuk cold therapy.Kemudian dilakukan interval waktu 10 menit (tanpa cold therapy) à selama interval waktu ini area injury dielevasikan dan diberikan kom-pressi

Seluruh waktu pengobatan cold therapy ber-gantung pada luasnya injury à biasanya 2 – 4 jam untuk menghentikan perdarahan.Cold therapy harus diulang sesering mungkin selama 2 hari fase akut.Setelah hari kedua, cold therapy menjadi terapi penyerta/pelengkap dari aktif remedial exerci-se.

FASE REHABILITASI

Yang ditekankan dalam fase ini adalah kombi-nasi cold therapy dgn aktif remedial exercise à dgn cara ini nyeri akan berkurang, kemu-dian tercapai gaya kelenturan maksimal. Pasif exercise adalah relatif kontraindikasi dlm fase ini karena dapat menyebabkan mikrotrau-ma. Pengobatan dlm fase ini terdiri atas aplikasi cold therapy yang berulang2 dlm jangka waktu yg singkat dikombinasikan dgn aktif remedial.

Perbedaan menyolok dgn fase akut adalah se-lama fase rehabilitasi terjadi reaksi hiperemia yg kuat akibat dilatasi vaskular à dpt mening-katkan kecepatan absorbsi sehingga memper-cepat penyembuhan, dan dpt mengurangi adhe-sif pada jaringan lunak.

COLD THERAPY UNTUK PREVENTIF

Es massage dianjurkan pd pelempar lembing & pemain tennis untuk regio elbow. Es massage dianjurkan untuk pencegahan & pengobatan pada kram otot serta untuk mengu-rangi tension & fatigue. Es massage pada regio tendon achilles & hamstring juga sgt membantu pelari cepat, pe-lari jarak menengah & jauh, serta pesenam.

METODE-METODE APLIKASI

ICE CUBE (ES BATU)

– Cocok untuk injury pada tangan, jari2, elbow & kaki.

– Dapat dikombinasikan dgn es massage untuk mempercepat penurunan nyeri.

ICE STICK

– Es dibentuk seperti tongkat

– Cocok untuk bagian tubuh yang sulit dicapai seper-ti antara jari2 tgn dan kaki.à khususnya yg sering mengalami resiko kerobekan kapsul

ICE BLOCK

– Aplikasi ini untuk hematoma yg sedang & besar, seperti memar

– Dapat dibuat dgn membekukan air kedalam plastik dgn sebuah stick ditengahnya.

– Dapat dikombinasikan dgn ice massage pada kon-disi yg berat.

ICE BAG

– Ice bag adalah es batu yg dimasukkan kedalam kantong/tas plastik

– Kantong tersebut diletakkan melintang diatas area injury à dapat juga digunakan secara bersamaan dgn elastis perban.

COLD TOWEL (HANDUK DINGIN)

– Sebuah handuk yang direndam kedalam ember yg terisi penuh dgn es batu.

– Aplikasi ini dapat menyesuaikan dengan bentuk tubuh sehingga memiliki keuntungan untuk apli-kasi circumferential.

ICE BATH (RENDAMAN ES)

– Terdiri atas parsial ice bath & full ice bath

– Parsial ice bath menggunakan kontainer (spt em-ber) yg terisi dgn air & es.à area yg injury dice-lup masuk kedalam kontainer tersebut.

– Full ice bath menggunakan bak mandi.

COOLANT SPRAY

– Coolant spray & chlorethyl cocok untuk aplikasi cold therapy spesifik & loka pada permukaan kulit.

– Aplikasi ini menggunakan unsur/zat kimia yang memiliki efek dingin.

– Antara permukaan tubuh dgn alat spray diperta-hankan pada jarak 30 – 40 cm selama pengobatan.

– Untuk mencegah kerusakan kulit, sebaiknya sem-protan selama 3 detik.

COOL PACK

– Cool Pack memiliki bentuk seperti lemari es/free-zer

– Dapat dipertahankan letaknya diatas permukaan tu-buh dgn elastis perban.

KONTRAINDIKASI

– Pasien-pasien yang sensitif terhadap cold thera-py

– Gangguan sensorik

– Luka terbuka

– Blister

– Radang ginjal

– Gangguan sirkulasi arteri